Catatan Tentang Hoax, Medsos, dan 22 Mei

3 hari ke belakang cukup banyak orang yang mengeluh bahwa mereka nggak bisa mengakses media sosial. Selain itu, aplikasi instant messanging pun dibatasi fiturnya. Pesan multimedia, dalam hal ini foto dan video, tidak dapat diakses.

Pembatasan ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk membatasi penyebaran hoax. Hoax menjadi satu hal yang urgensinya cukup tinggi untuk diperhatikan, apalagi menjelang pengumuman hasil pemilu tanggal 22 Mei kemarin. Pasalnya, hoax dapat digunakan oleh beberapa oknum untuk mengadu domba.

Pembatasan akses terhadap aplikasi instant messaging dan medsos ini tentunya nggak semena-mena. Mengutip dari portal berita Liputan 6, aplikasi instant messaging dan medsos menjadi sarana penyebaran hoax paling utama.

Proses survei dilakukan secara online dan melibatkan 1,116 responden. Sebanyak 91,8 persen responden mengatakan berita mengenai Sosial-Politik, baik terkait Pemilihan Kepala Daerah atau pemerintah, adalah jenis hoax yang paling sering ditemui, dengan persentase di media sosial sebanyak 92,40 persen.

Selain itu, 62,8 persen responden mengaku sering menerima hoax dari aplikasi pesan singkat seperti Line, WhatsApp atau Telegram.

Tapi, dasar manusia, selalu saja mencari cara lain untuk tetap bisa mengakses media sosial. Lucunya lagi, cara yang mereka pakai kemudian dibagikan di status media sosial. Memang nggak bisa disalahkan juga sih, pembatasan ini juga berdampak pada proses bisnis, khususnya bagi orang-orang yang sangat mengandalkan media sosial dan aplikasi instant messaging untuk memasarkan produk-produk yang mereka jual.

Meskipun begitu, membatasi fitur medsos dan aplikasi instant messaging merupakan langkah yang tepat dalam kondisi yang bisa dibilang darurat seperti tanggal 22 Mei kemarin. Memang sulit sekali memberantas hoax sampai ke akar-akarnya, tapi setidaknya, satu mata rantai penyebaran hoax telah terputus.

 

Referensi:
https://news.detik.com/berita/d-4560457/blokir-kirim-gambar-di-wa-medsos-wiranto-ini-upaya-amankan-negeri
https://www.liputan6.com/tekno/read/2854713/survei-media-sosial-jadi-sumber-utama-penyebaran-hoax

Iklan

The Broken Window Theory

Note:
Tulisan ini pernah saya tulis di akun Twitter saya, @adi_prnm. Saya repost di sini supaya yang lain juga bisa membacanya.

***

Percaya gak sih, kalau kehancuran suatu kota bisa disebabkan hanya karena satu kaca jendela yang pecah?

Percaya gak percaya ya? Oke, sementara lanjut aja dulu ya.

Jadi ceritanya begini: Di suatu kota, ada sebuah bangunan yang gak keurus. Abandoned. Terabaikan.

Image result for abandoned building

Kemudian, terjadi suatu hal yang menyebabkan kaca jendela bangunan itu pecah. Prak!

Di sekeliling bangunan itu, gak ada satu pun orang yang peduli.

Lalu, hari-hari selanjutnya, kaca jendela kedua pecah. Selanjutnya lagi, kaca jendela ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya sampai semua kaca jendela pecah.

Image result for broken window theory

Setelah semua kaca jendela pecah, orang-orang di sekeliling bangunan itu pun masih gak peduli.

Kemudian, muncul kejadian selanjutnya. Orang-orang mulai membuang sampah di sekitar bangunan itu, hingga sampah-sampah itu menutup sekeliling bangunan.

Image result for dirty building

Bisa dibayangkan sih, kaca jendela pecah semua, ditambah sampah-sampah yang menumpuk, orang-orang di sekeliling bangunan itu pun makin gak peduli lagi sama nasib itu bangunan. Pola pikir orang-orang pun makin kuat kalau bangunan itu emang bener-bener gak keurus.

Akhirnya, kerusakan selanjutnya pun muncul. Di dinding-dinding bangunan itu, muncul graffiti dan bekas aksi vandalisme.

Kerusakan-kerusakan ini memicu kerusakan stuktural yang lebih parah, yang menyebabkan bangunan itu menjadi rusak.

Image result for broken building

Dan, viola! Satu bangunan rusak dikarenakan satu kaca jendela yang rusak. Jika kejadian itu berlangsung terus menerus, maka gak mustahil, kalo satu kota bisa jadi rusak, kumuh, dan kotor.

***

Oh ya, teori ini disampaikan di buku The Pragmatic Programmer karangan Andrew Hunt dan David Thomas. Pada buku itu lebih dijelaskan ke entropi software: bahwa suatu software bisa jadi kacau hanya karena kesalahan kecil yang dibiarkan gak diperbaiki.

Tapi, saya pikir hal ini gak hanya berlaku pada software. Pada bidang-bidang lain pun berlaku, misalnya pada kehidupan sehari-hari kita.

Misalnya, pada hari Minggu ini saya punya agenda A, B, C, D. Saya sudah mengalokasikan waktu, agenda A jam sekian, B jam sekian, C jam sekian, D jam sekian.

Tapi agenda itu gak terlaksana semuanya karena satu hal: mager!

Contoh lain, misalnya kita lagi nugas bikin laporan. Nyari referensinya di Internet.

Baru mau ngetik kata kunci di mesin pencari, terus kepikiran, “Kayaknya mau steaming dulu ah, satu video, terus nugas.”

Akhirnya, karena ada sistem video rekomendasi, malah keasyikan streaming. Yang tadinya mau nugas jadi berasa maleees banget. “Besok aja deh”.

Tugas pun gak beres. Dan hal yang sama di hari berikutnya terus berulang.

Contoh-contoh tersebut: jendela rusak, agenda ABCD, dan nugas, memiliki satu benang merah yang sama.

Suatu hal yang besar dapat menjadi hancur dan berantakan karena ketidakpedulian kita terhadap hal-hal kecil dan sepele.

Seringkali kita berpikir,

“ah, cuma ini doang”,
“ah, cuma itu doang”,
“ah, cuma…”,
“ah, cuma…”,

Perlu diingat, seseorang terjatuh bukan karena batu yang besar, tapi karena kerikil di jalanan.

Mari berhenti memandang suatu hal dengan sepele. Mari perhatikan lagi hal-hal yang kita aggap kecil, dan jika sekiranya hal tersebut dapat membuat kita kelabakan di kemudian hari, perbaiki saat itu juga.

Semoga bermanfaat 🙂

Membuat Custom Archives di WordPress

Sejak berganti tema blog menjadi tema yang sekarang, saya kesulitan menambahkan widget di sidebar saya. I dunno why, padahal di theme customizer-nya ada opsi sidebar di bagian widget. So, yeah, daripada pusing sendiri mendingan cari alternatif lain.

Widget yang ingin saya tambahkan di sini adalah arsip blog. Alasan saya “keukeuh” pengen ada widget ini, karena widget ini sangat penting bagi sebuah blog. Mungkin pembaca yang datang ingin melihat-lihat tulisan-tulisan yang ada di blog. Akan jadi ribet kalau pembaca harus scroll satu persatu, halaman demi halaman, padahal belum tentu semua tulisan yang udah dibuat semuanya sesuai dengan tulisan yang ingin pembaca baca.

Karena gak bisa nambah widget di sidebar, makanya saya berpikir untuk membuat halaman khusus arsip blog. Yang pertama terlintas adalah, gila juga ya, berarti tiap kali saya bikin post, saya harus update halaman saya. Dan karena saya juga pertama kali bikin halaman ini, kalau bener-bener hard-coded, dude, it will take a long time.

After a little effort to search for a solution, saya menemukan jawaban yang saya cari di situs support WordPress. Ternyata, solusinya SIMPEL BANGET. di tiap post atau halaman, cukup tambahkan kode:

 

[“archives”]      (hilangkan tanda kutip)

Yang menjadi kelebihan dari fitur ini adalah, kita bisa membuat arsip blog secara custom. Beberapa opsi yang dapat digunakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Option Description Choices Default Setting
type The type of archives list to display yearly, monthly, weekly, daily, postbypost postbypost
format How to display the archives list option (drop-down menu), html (unordered list), custom (for use with the “before” and “after” parameters) html
limit The number of archive entries to display Any valid number No limit
showcount Display post count of each archive entry true, false false
before Text to go before each archive entry Any string of text or HTML tag from here none
after Text to go after each archive entry Any string of text or HTML tag from here none
order Sort order asc, desc desc

Bagi yang masih bingung, contoh penggunaannya seperti ini:

[“archives” type=monthly]

atau seperti ini:

[“archives” format=option]

Perintah pertama akan menampilkan arsip blog kita per bulan. Perintah kedua akan menampilkan semua post yang telah kita buat dan ditampilkan dalam bentuk drop-down. Hasil konkritnya bisa dilihat di halaman Blog Archives di blog ini.

I think that’s all. Simple, kan?

Selamat mencoba!

Referensi:
https://en.support.wordpress.com/archives-shortcode/

Persepolis Download Manager: Alternatif Internet Download Manager

Segmen kali ini bakalan ngebahas soal aplikasi download manager. Aplikasi mungkin terdengar familiar di telinga temen-temen semua, I mean, siapa sih yang belum tau aplikasi Internet Download Manager atau IDM? Buat temen-temen yang sering donlot aplikasi, game, atau film, aplikasi ini merupakan sebuah tools yang wajib dimiliki.

Masalahnya di sini adalah, aplikasi Internet Download Manager ini berbayar. Kalo temen-temen bisa install secara cuma-cuma di komputer temen-temen semua, tanpa harus masukin serial number, kemungkinan besar aplikasi Internet Download Manager temen-temen itu bajakan. Buat orang-orang idealis, meng-install aplikasi bajakan sangat, sangat, sangat dihindari. Yaa bisa dibilang saya tipikal seperti itu. Makanya, saya sering mencari alternatif aplikasi download manager yang gratis dengan performa yang gak kalah dari Internet Download Manager.

Ada 2 aplikasi yang saya pernah coba. Yang pertama ada JDownloader. Tapi saya kurang suka karena untuk seukuran aplikasi download manager, aplikasi ini bisa dibilang berat. So far, aplikasi yang menurut saya cukup oke adalah EagleGet. Performanya lumayan. Akan tetapi, aplikasi ini hanya tersedia untuk sistem operasi Windows.

Setelah eksplorasi lebih jauh lagi, saya menemukan satu aplikasi download manager yang stabil dan performanya oke banget. Namanya Persepolis Download Manager. Dan kabar baiknya, aplikasi ini tersedia untuk sistem operasi Windows, BSD, MacOS, dan Linux.

Dilihat dari sisi UI nya, aplikasi ini memiliki tampilan yang cukup elegan untuk sebuah aplikasi gratis dan open source. Dari segi koneksi, Persepolis memungkinkan untuk membuat 16 koneksi dalam satu kali download file. Hal ini membuat proses download jauh lebih cepat. FYI, siang tadi saya coba donlot file ukuran 1 GB via browser dan via Persepolis. Via browser, kecepatannya mentok di 200-300KBps. Via Persepolis, kecepatannya sampai 3MBps.

Gak percaya? Coba aja sendiri 🙂

Buat yang penasaran, atau iseng nyoba, atau pengen buktiin ucapan saya di atas, bisa langsung cek cara instalasinya di web Persepolis: https://persepolisdm.github.io/

Persepolis Download Manager ini juga ada add-ons/extension-nya buat di Firefox sama Google Chrome.

Untuk Firefox:
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/persepolis-dlm-integration/

Untuk Chrome:
https://chrome.google.com/webstore/detail/persepolis-download-manag/legimlagjjoghkoedakdjhocbeomojao?hl=en

 

That’s all.

Ciao!